Coto Makassar adalah salah satu kuliner legendaris dari Sulawesi Selatan yang sudah terkenal di seluruh Indonesia. Hidangan ini punya cita rasa gurih dan kaya rempah, dengan kuah kental berbahan dasar kacang tanah yang membuatnya berbeda dari soto pada umumnya. Dalam artikel ini, aku bakal berbagi resep Coto Makassar yang lengkap, mulai dari bahan, bumbu halus, hingga cara memasaknya. Tenang, meski tampilannya terlihat rumit, cara membuatnya sebenarnya nggak sesusah itu, kok!

Asal-Usul Coto Makassar

Sebelum masuk ke resep Coto Makassar yang enak ini, seru juga kalau kita tahu sedikit tentang asal-usulnya. Coto Makassar berasal dari kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dahulu, hidangan ini merupakan makanan istimewa yang disajikan untuk kalangan bangsawan atau keluarga kerajaan Gowa. Namun seiring waktu, Coto Makassar menjadi kuliner rakyat yang bisa dinikmati siapa saja.

Ciri khas dari Coto Makassar terletak pada kuahnya yang gurih dan pekat. Rahasianya ada pada penggunaan kacang tanah sangrai yang dihaluskan bersama rempah, serta rebusan daging sapi yang dimasak lama hingga empuk. Kombinasi keduanya menghasilkan cita rasa yang dalam dan harum.

Bahan-Bahan Utama Coto Makassar

Sebelum mulai memasak, siapkan bahan-bahannya terlebih dahulu. Untuk 5–6 porsi, berikut daftar bahan yang dibutuhkan:

Bahan Utama:

  • 500 gram daging sapi (bisa campur daging, jeroan, atau kikil sesuai selera)

  • 2 liter air untuk merebus

  • 3 batang serai, memarkan

  • 5 lembar daun salam

  • 3 lembar daun jeruk

  • 1 ruas lengkuas, memarkan

  • 1 sdm garam (bisa disesuaikan)

  • ½ sdt merica bubuk

  • 2 sdm minyak untuk menumis

Bahan Bumbu Halus:

  • 10 siung bawang merah

  • 5 siung bawang putih

  • 3 butir kemiri, sangrai

  • 2 sdm kacang tanah, sangrai

  • 1 ruas jahe

  • 1 ruas kunyit

  • 1 sdm ketumbar sangrai

  • ½ sdt jinten

  • 1 sdt gula merah (opsional untuk penyeimbang rasa)

Pelengkap (Opsional tapi wajib kalau mau autentik):

  • Bawang goreng

  • Daun bawang dan seledri, iris halus

  • Jeruk nipis

  • Ketupat atau buras (nasi yang dibungkus daun pisang khas Makassar)

  • Sambal tauco atau sambal cabai rawit

Cara Membuat Coto Makassar yang Gurih dan Autentik

1. Rebus Daging Hingga Empuk

Langkah pertama, rebus daging sapi dalam air hingga setengah empuk. Proses ini penting untuk mendapatkan kaldu yang gurih alami. Setelah mendidih, buang buih atau kotoran yang mengapung supaya kuahnya tetap bening dan bersih.

Kalau kamu ingin hasil daging yang super empuk, bisa juga menggunakan panci presto selama 20–25 menit. Setelah empuk, angkat dagingnya dan potong kecil-kecil sesuai selera. Jangan buang air rebusannya, karena itu akan jadi dasar kuah coto.

2. Tumis Bumbu Halus

Panaskan sedikit minyak, lalu tumis bumbu halus bersama serai, daun salam, daun jeruk, dan lengkuas hingga harum dan matang. Pastikan bumbunya benar-benar matang supaya rasanya keluar sempurna.

3. Campurkan dengan Kaldu Daging

Masukkan bumbu tumis ke dalam rebusan kaldu daging, lalu aduk rata. Tambahkan potongan daging sapi yang sudah di rebus sebelumnya. Masak dengan api kecil hingga kuahnya mengental dan bumbunya meresap.

Baca Juga:
Resep Bumbu Dasar Indonesia yang Wajib Dikuasai

Jika ingin kuahnya lebih pekat, kamu bisa tambahkan sedikit kacang tanah halus tambahan atau biarkan mendidih lebih lama agar airnya sedikit berkurang.

4. Koreksi Rasa

Tambahkan garam, merica, dan sedikit gula merah jika ingin rasa lebih seimbang. Cicipi kuahnya, pastikan rasa gurih, manis, dan rempahnya pas di lidahmu.

5. Sajikan dengan Pelengkap

Tuang Coto Makassar ke dalam mangkuk, beri taburan bawang goreng, daun bawang, dan seledri di atasnya. Sajikan bersama ketupat atau buras serta jeruk nipis agar rasanya makin segar. Kalau suka pedas, tambahkan sambal tauco, ini pasangan yang sempurna!

Tips dan Trik Supaya Coto Makassar Lebih Nikmat

  1. Gunakan campuran daging dan jeroan.
    Kombinasi daging, hati, paru, atau babat membuat rasa Coto Makassar lebih kompleks dan gurih alami.

  2. Sangrai kacang tanah hingga matang sempurna.
    Jangan sampai gosong, karena rasa pahit akan mengganggu cita rasa kuah.

  3. Masak dengan api kecil.
    Kuah yang di masak perlahan membuat bumbu lebih meresap dan tekstur daging jadi lembut.

  4. Gunakan air rebusan pertama.
    Jangan di buang! Air rebusan daging justru menyimpan kaldu dan lemak yang memberikan rasa khas pada coto.

  5. Biarkan semalaman di kulkas (opsional).
    Beberapa orang percaya, rasa Coto Makassar justru makin nikmat setelah di simpan semalaman dan di panaskan kembali keesokan harinya.

Sensasi Rasa dan Kenikmatan Coto Makassar

Kalau kamu pernah mencicipi soto Betawi atau soto Madura, mungkin kamu akan menemukan kemiripan dalam hal kelezatan kuahnya. Tapi, Coto Makassar punya karakter yang benar-benar berbeda.

Kuahnya kental, berwarna kecokelatan, dan punya aroma khas rempah berpadu kacang tanah yang tidak bisa kamu temukan di soto daerah lain. Setiap sendokannya membawa rasa gurih, manis, dan sedikit pedas yang bikin lidah bergoyang.

Kelezatannya makin lengkap ketika disantap dengan buras atau ketupat, ditambah perasan jeruk nipis yang segar. Rasanya benar-benar bikin nagih dan cocok banget disajikan saat makan bersama keluarga di rumah.

Variasi Coto Makassar yang Bisa Dicoba

Selain versi klasik, ada juga beberapa variasi menarik dari Coto Makassar yang bisa kamu buat di rumah:

  1. Coto Ayam:
    Buat kamu yang nggak makan daging sapi, versi ayam ini tetap gurih karena memakai rempah dan kacang tanah yang sama.

  2. Coto Kambing:
    Versi ini punya aroma lebih tajam, tapi justru di sukai pencinta daging. Pastikan di rebus lama supaya tidak bau prengus.

  3. Coto Vegetarian:
    Ganti daging dengan jamur tiram atau tempe goreng, tetap enak dan cocok untuk kamu yang ingin versi lebih ringan.

Kenapa Harus Coba Masak Coto Makassar di Rumah?

Selain karena rasanya yang juara, membuat Coto Makassar di rumah juga bisa jadi momen seru bareng keluarga. Proses memasaknya yang agak panjang justru memberikan pengalaman memasak yang berkesan.

Aroma rempah yang menyeruak di dapur akan bikin suasana rumah hangat dan menggugah selera. Belum lagi ketika kamu menyajikannya di meja makan, semua anggota keluarga pasti langsung berebut mencicipinya.

Bisa dibilang, Coto Makassar bukan sekadar makanan, tapi juga pengalaman menikmati kekayaan kuliner Indonesia yang sesungguhnya.